Teks Khutbah Jumat Singkat
Menjaga Keseimbangan Alam
Ustadz Mudiyono, S.Pd.I
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ
الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ
إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa
meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam
perjalanan hidup kita menuju akhirat.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Salah satu amanah besar yang sering kita lupakan
adalah alam yang ada di sekitar kita,
Kita hidup di desa, setiap hari kita melihat sawah,
ladang, kebun, pepohonan, sungai, mata air, hewan, burung dan berbagai macam
tumbuhan. Semua itu bukan terjadi dengan sendirinya. Semua adalah ciptaan
Allah. Allah SWT berfirman:
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ
الْمِيْزَانَۙ اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ
بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ
Artinya : “Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia
ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan
tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi
keseimbangan itu. Dan bumi telah Dia hamparkan untuk makhluk-Nya.” (QS.
Ar-Rahman: 7–10)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah SWT menciptakan
alam dengan keseimbangan.
Ada siang dan ada malam, ada hujan dan ada panas, ada
gunung, hutan, sungai dan lauta, ada tumbuhan, hewan dan manusia, semuanya
mempunyai peran masing-masing.
Maka jangan sampai manusia mengambil terlalu banyak
tetapi tidak mau menjaga. Jangan sampai manusia hanya berpikir, “Yang penting
saya mendapatkan keuntungan,” tetapi tidak memikirkan keadaan anak cucu kita.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Coba kita renungkan keadaan di sekitar kita,
Kalau pohon-pohon ditebang tanpa memperhatikan
kelestarian, ketika hujan deras datang, air tidak tertahan, tanah mudah
longsor, sungai cepat penuh, bahkan banjir bisa terjadi.
Kalau sampah dibuang sembarangan ke selokan dan
sungai, akhirnya air tersumbat. Ketika hujan datang, air meluap. Kalau sumber
air kita kotori, siapa yang akan kesulitan? Bukan hanya orang lain, kita
sendiri yang akan merasakan akibatnya.
Karena itu Allah SWT mengingatkan:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ
إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ
الْمُحْسِنِينَ
Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di
bumi setelah diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan
penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang
berbuat kebaikan.” (QS. Al-A'raf: 56)
Ini bukan hanya berbicara tentang kerusakan yang
besar, menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil, tidak membuang
sampah sembarangan, tidak membakar sampah yang menimbulkan gangguan bagi
tetangga, tidak membuang limbah ke Sungai, tidak merusak sumber air, tidak
menebang pohon secara sembarangan, menjaga kebersihan halaman, jalan, masjid,
sekolah, sawah dan lingkungan tempat tinggal.
Hal-hal kecil seperti itu, apabila dilakukan dengan
niat karena Allah, insya Allah menjadi amal kebaikan.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Allah SWT juga memberikan peringatan yang sangat jelas
dalam Al-Qur'an:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Attinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka
merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan
yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perbuatan manusia
dapat menimbulkan kerusakan.
Karena itu, kalau hari ini kita melihat lingkungan
semakin kotor, air semakin sulit, udara semakin panas, tanah semakin rusak,
jangan hanya menyalahkan keadaan.
Mari kita mulai bertanya kepada diri sendiri:
“Apa yang sudah saya lakukan untuk menjaga bumi
ciptaan Allah ini?”
Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga kita,
dan dari lingkungan kita.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Menjaga alam bukan berarti kita tidak boleh mengambil
manfaat dari alam.
Kita boleh bertani, kita boleh mengambil kayu, kita
boleh memanfaatkan air, kita boleh mengambil hasil bumi, tetapi semuanya harus
dilakukan dengan secukupnya, tidak berlebihan, dan tidak merusak.
Allah SWT memberikan bumi kepada kita bukan untuk
dihabiskan, tetapi untuk dimanfaatkan dan dijaga.
Rasulullah SAW bahkan mengajarkan bahwa menanam pohon
dapat menjadi amal sedekah.
Beliau bersabda:
Artinya : “Tidaklah seorang Muslim
menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan manusia, dicuri, dimakan
binatang, atau dimakan burung, melainkan semuanya menjadi sedekah baginya.”
(HR. Muslim no. 1552)
Bayangkan, kita menanam pohon mangga di halaman rumah,
bertahun-tahun kemudian kita mungkin sudah tidak ada, tetapi anak cucu kita
memetik buahnya.
Islam mengajarkan kita bukan hanya memikirkan hari
ini, tetapi juga memikirkan kehidupan orang-orang setelah kita.
Jangan sampai kita mewariskan rumah yang bagus tetapi
lingkungan yang rusak.
Jangan sampai kita meninggalkan tanah kepada anak
cucu, tetapi tanahnya tandus.
Jangan sampai kita meninggalkan sungai, tetapi
sungainya penuh sampah.
Jangan sampai kita meninggalkan bumi yang tidak nyaman
untuk ditinggali.
Maka mari kita jaga alam sebagai bagian dari rasa
syukur kepada Allah SWT
Jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita membawa pulang satu pesan penting dari
khutbah hari ini:
Menjaga alam adalah bagian dari amanah dan rasa syukur
kita kepada Allah SWT, Tidak harus dengan melakukan sesuatu yang besar,
mulailah dari rumah.
Kalau ada sampah di jalan, kita ambil, kalau ada
selokan tersumbat, kita bersihkan bersama, Kalau ada pohon yang masih bisa
dirawat, jangan terburu-buru ditebang, kalau ada lahan kosong, mari kita tanami
dengan tanaman yang bermanfaat.
Maka jangan pernah meremehkan kebaikan yang kecil.
Satu pohon yang kita tanam mungkin menjadi tempat
berteduh seseorang.
Satu sampah yang kita pungut mungkin menyelamatkan
saluran air.
Satu sumber air yang kita jaga mungkin menjadi manfaat
bagi banyak keluarga.
Satu kebiasaan baik yang kita ajarkan kepada anak
mungkin terus dilakukan sampai mereka dewasa.
Jamaah yang dimuliakan Allah
Bumi ini bukan hanya milik kita, bumi ini juga tempat
anak-anak kita tumbuh, tempat cucu-cucu kita mencari rezeki, tempat generasi
yang belum lahir akan menjalani kehidupan
Maka mari kita tinggalkan bumi ini dalam keadaan lebih
baik daripada ketika kita menerimanya.
Jangan hanya bertanya: “Apa yang bisa saya ambil dari
alam?”
Tetapi bertanyalah: “Apa yang bisa saya lakukan untuk
menjaga alam ciptaan Allah?”
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang
pandai bersyukur, tidak berlebihan, tidak merusak, dan senantiasa berbuat
kebaikan.
بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى
اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا
عَذَابَ النَّارِ
Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :
.png)

إرسال تعليق