Teks Khutbah Jumat Singkat

Menyambut Bulan Muharam 1448 H

Ustadz Mudiyono, S.Pd.I

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Puji dan syukur hanyalah milik Allah atas pemberian nikmat-Nya kepada kita, sholawat serta salam  semoga senantiasa terlimpahkan kepada Uswah kita Nabi Besar Muhammad . Selanjutnya Khotib berwasiat dari mimbar yang mulia ini marilah kita tingkatkan Iman dan Taqwa kita kepada Allah .

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun baru Islam 1448 Hijriah, yaitu bulan Muharam. Di desa-desa kita, biasanya orang menyambut tahun baru dengan berbagai tradisi. Namun sebagai seorang muslim, yang paling utama adalah menyambut Muharam dengan taubat, syukur, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal saleh.

Muharam adalah bulan yang mulia. Allah menyebutnya termasuk empat bulan haram yang dimuliakan. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya : “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan haram itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, dosa lebih berat dan amal saleh lebih utama.

Keutamaan Bulan Muharam

Rasulullah bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya : “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam. Dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Perhatikan, Nabi menyebut Muharam sebagai Syahrullah, “bulan Allah”. Ini menunjukkan kemuliaannya.

Karena itu, mari kita isi Muharam dengan amal-amal yang baik yaitu :

Pertama Memperbanyak taubat dan istighfar.

Tahun berganti, umur bertambah, berarti jatah hidup kita berkurang. Jangan sampai tahun baru hanya berganti angka, tetapi dosa dan kebiasaan buruk tetap sama.

Kedua Memperbanyak puasa sunnah.

Terutama puasa Asyura tanggal 10 Muharam. Rasulullah bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya : “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Lebih baik lagi ditambah puasa tanggal 9 Muharam, sebagaimana sabda Nabi :

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Artinya : “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan.” (HR. Muslim no. 1134)

Ketiga Memperbaiki ibadah dan akhlak.

Mari kita perbaiki shalat berjamaah, bacaan Al-Qur’an, hubungan dengan keluarga, tetangga, dan sesama warga. Jangan ada permusuhan, iri hati, dan dengki di antara kita.

Keempat Memulai tahun dengan niat yang baik.

Niatkan tahun ini menjadi tahun yang lebih taat, lebih rajin ibadah, lebih jujur dalam bekerja, lebih sabar dalam keluarga, dan lebih peduli kepada sesama.

Jamaah Jumat  Rahimakumullah

Hikmah Pergantian Tahun

Pergantian tahun Hijriah mengingatkan kita pada hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar pindah tempat, tetapi berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Rasulullah bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya : “Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40)

Maka mari kita hijrah atau pindah dari malas shalat menjadi rajin shalat, dari suka ghibah menjadi suka dzikir, dari lalai kepada Allah menjadi dekat kepada Allah .

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Menyambut Muharam jangan sampai kita terjebak pada hal-hal yang tidak ada tuntunannya dalam agama. Yang paling utama adalah memperbanyak ibadah yang dicontohkan Nabi : salat, puasa, zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki diri.

Mari jadikan rumah-rumah kita lebih hidup dengan doa dan Al-Qur’an. Jadikan keluarga kita lebih dekat kepada Allah. Ajari anak-anak kita mencintai tahun baru Islam dengan mengenal sejarah hijrah Nabi dan semangat menjadi muslim yang baik.

 

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah 2

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat   singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :

Post a Comment

أحدث أقدم