Teks Khutbah Jumat Singkat

Menghidupkan Hari-hari Tasyrik

Dengan Syukur dan Taqwa

Ustadz Mudiyono, S.Pd.I

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Puji dan syukur hanyalah milik Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita, sholawat serta salam  semoga senantiasa terlimpahkan kepada Uswah kita Nabi Besar Muhammad .

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

 Jamaah Jumat Rahimakumullah

Saat ini kita masih berada dalam suasana Idul Adha dan hari-hari tasyriq. Hari Tasyriq adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini kaum muslimin dianjurkan untuk banyak berdzikir, bersyukur, makan dan minum dari rezeki yang Allah berikan.

Allah berfirman:

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ

Artinya : “  Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.
(QS. Al-Baqarah: 203)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang berbilang” adalah hari-hari tasyriq, yaitu 11, 12, da 13 Dzulhijjah.

 Jamaah Jumat Rahimakumullah

Hari Tasyriq bukan hari untuk bermalas-malasan atau bersenang-senang berlebihan. Hari Tasyriq adalah hari untuk memperbanyak syukur kepada Allah . Banyak saudara kita yang masih kesusahan makan, banyak yang sakit, banyak yang sedang diuji kehidupannya. Maka ketika Allah memberi kita kesehatan, keluarga, makanan, dan kesempatan ibadah, itu semua wajib kita syukuri.

Rasulullah bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

Artinya : “Hari-hari tasyriq adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Maka di hari-hari ini, selain menikmati nikmat Allah , jangan lupa memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan doa.

 Jamaah Jumat Rahimakumullah

Di daerah kita sering terlihat indahnya kebersamaan saat Idul Adha. Ada yang berbagi daging kurban, membantu tetangga, memasak bersama, dan saling mengunjungi. Semua itu adalah bagian dari ajaran Islam yang penuh kasih sayang.

Namun jangan sampai setelah Idul Adha berlalu, hilang pula semangat ibadah dan kepedulian kita. Jangan hanya semangat ke Masjid saat Idul Adha saja, tetapi setelah itu kembali meninggalkan salat berjamaah. Jangan hanya semangat berbagi saat kurban, tetapi setelah itu kembali cuek kepada tetangga.

Allah Ta’ala berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Artinya : “Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini mengajarkan bahwa yang paling penting bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana hati kita menjadi lebih taat kepada Allah .

 Jamaah Jumat Rahimakumullah

Mari jadikan hari-hari tasyriq ini sebagai kesempatan memperbaiki diri yaitu  memperbaiki sholat kita, memperbaikai akhlak kita, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan memperbanyak sedekah serta dzikir.

 Jamaah Jumat Rahimakumullah

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Jabatan, harta, sawah, ladang, ternak, semuanya akan kita tinggalkan. Yang akan menemani kita di alam kubur hanyalah amal saleh.

Hari-hari tasyriq mengajarkan kepada kita pentingnya bersyukur dan berbagi. Jangan sampai hidup kita hanya sibuk mencari dunia tetapi lupa akhirat.

Rasulullah bersabda:

مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ

Artinya : “Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Maka mari kita menjadi pribadi yang pandai bersyukur kepada Allah , menghormati orang tua, menghargai pasangan, menyayangi anak-anak dan menjaga kerukunan antar tetangga.

Jangan mudah bertengkar hanya karena masalah kecil. Jangan suka iri hati melihat rezeki orang lain. Rezeki sudah diatur Allah . Tugas kita adalah bekerja dengan halal, berdoa, dan bertawakal.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Mari kita isi hari-hari kita dengan dzikir kepada Allah . Biasakan lisan kita mengucapkan:

سُبْحَانَ اللَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ,  اللَّهُ أَكْبَرُ

Karena hati yang banyak berdzikir akan menjadi tenang.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Semoga kita bisa menghidupkan hari-hari Tasyriq dengan Syukur dan Taqwa, aamiin.

 

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

 Khutbah 2

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat   singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :

Post a Comment

أحدث أقدم