Teks Khutbah Jumat Singkat
Menjaga Amanah di Tengah Zaman
Yang Penuh Ujian
Ustadz Mudiyono, S.Pd.I
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ
الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ
إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan
takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita
merenungkan keadaan zaman yang sedang kita jalani. Setiap hari kita mendengar
berbagai berita, ada berita tentang kesulitan ekonomi, perselisihan
antarsesama, penipuan, berita bohong di media sosial, hingga kerusakan alam
yang mengancam kehidupan manusia.
Di desa kita pun, persoalan kehidupan tidak
selalu ringan, harga kebutuhan sehari-hari bisa naik, hasil panen tidak selalu
memuaskan, biaya pendidikan semakin terasa, dan hubungan antartetangga kadang
terganggu hanya karena perkataan atau kabar yang belum tentu benar.
Pertanyaannya, bagaimana seorang muslim harus
menghadapi keadaan seperti ini?
Jawabannya bukan sekadar mengeluh,
menyalahkan orang lain, atau ikut menyebarkan kabar yang belum jelas, kita
harus kembali kepada ajaran Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW, Kita perlu
memperkuat iman, menjaga amanah, berkata jujur, dan memperbaiki akhlak dalam
kehidupan sehari-hari.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Pertama, berhati-hatilah terhadap berita
bohong dan perkataan yang menyakiti.
Sekarang, kabar dapat menyebar dengan sangat
cepat, cukup dengan menekan tombol pada telepon genggam, sebuah berita dapat
dibaca oleh banyak orang, namun, tidak semua berita itu benar, ada kabar yang
dilebih-lebihkan, ada fitnah, dan ada pula berita yang sengaja dibuat untuk
memecah belah masyarakat.
Jangan sampai tangan kita mudah membagikan
berita, tetapi hati kita tidak mau memeriksa kebenarannya, jangan sampai karena
satu pesan yang belum jelas, hubungan saudara menjadi renggang dan tetangga
tidak lagi saling menyapa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat
ayat 6:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ
تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman!
Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah
kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang
akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak
mudah percaya dan tidak terburu-buru menyebarkan berita.
Kalau kita mendengar kabar buruk tentang
tetangga, jangan langsung percaya, kalau menerima pesan yang belum jelas
kebenarannya, jangan langsung menyebarkannya, lebih baik diam daripada ucapan
kita menjadi sebab dosa dan permusuhan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ
لِيَصْمُتْ
Artinya “Barang siapa beriman kepada Allah
dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah sekalian, marilah kita menjaga lisan,
tulisan, dan jari-jari kita, jangan mudah mencela, menghina, mengadu domba,
atau membuka aib orang lain, gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan,
bukan untuk menambah permusuhan.
Kedua, tetaplah jujur dan amanah meskipun
keadaan ekonomi sulit.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Kita semua ingin hidup berkecukupan, kita
ingin keluarga makan dengan layak, anak-anak mendapatkan pendidikan, dan
kebutuhan rumah tangga terpenuhi, itu adalah keinginan yang wajar.
Namun,
jangan sampai kesulitan ekonomi membuat kita menghalalkan segala cara, jangan
sampai mengambil hak orang lain, mengurangi timbangan, berbuat curang dalam
jual beli, menyalahgunakan yang bukan hak kita. Allah Swt. berfirman dalam
Surah An-Nisa ayat 58:
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ
أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Artinya
: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58)
Amanah bukan hanya soal uang, menjaga amanah
juga berarti menjalankan tugas dengan baik, menepati janji, mendidik anak
dengan benar, menjaga kepercayaan pasangan, dan tidak menyalahgunakan jabatan.
Mungkin orang yang curang tampak lebih cepat
kaya, mungkin orang yang berbohong terlihat lebih mudah mendapatkan keuntungan,
namun, keuntungan yang diperoleh dengan cara yang haram tidak membawa
keberkahan.
Lebih baik penghasilan kita sederhana, tetapi
halal dan menenteramkan hati, daripada harta berlimpah tetapi diperoleh dengan
menzalimi orang lain.
Ketiga,
jangan merusak alam yang menjadi sumber kehidupan.
Jamaah
Jumat yang dirahmati Allah
Kita yang tinggal di pedesaan sangat dekat
dengan alam, kita membutuhkan air untuk minum dan memasak, kita membutuhkan
tanah untuk bertani, kita membutuhkan pohon untuk menjaga kesejukan dan
membantu mempertahankan sumber air.
Karena itu, ketika hutan dirusak, sampah
dibuang sembarangan, sungai dicemari, atau sumber air tidak dijaga, akibatnya
dapat kembali kepada kehidupan kita sendiri.
Menjaga alam tidak harus dimulai dari
pekerjaan besar, kita dapat memulainya dari rumah sendiri, buanglah sampah pada
tempatnya, jangan membakar sampah sembarangan, hematlah penggunaan air,
tanamlah pohon jika memungkinkan, dan rawatlah lingkungan sekitar.
Jangan sampai kita menikmati hasil bumi hari
ini, tetapi meninggalkan kerusakan bagi anak cucu kita esok hari. Ingatlah,
menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia yang
diberi amanah oleh Allah SWT.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Mari kita jadikan keadaan zaman ini sebagai kesempatan
untuk memperbaiki diri, jangan hanya sibuk menilai kesalahan orang lain, tetapi
periksalah diri kita sendiri.
Perubahan yang baik dapat dimulai dari diri
sendiri, dari keluarga, dan dari lingkungan terdekat.
Semoga rumah tangga kita menjadi rumah tangga
yang tenteram, desa kita menjadi desa yang rukun, dan masyarakat kita menjadi
masyarakat yang saling menolong dalam kebaikan.
بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى
اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا
عَذَابَ النَّارِ
Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :
.png)

Posting Komentar