Teks Khutbah Jumat Singkat
Ramadhan Bulan Al Qur’an
Ustadz Mudiyono, S.Pd.I
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ
الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ
إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT atas pemberian nikmat-Nya kepada kita, sholawat
serta salam semoga senantiasa
terlimpahkan kepada Uswah kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan
kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yakni dengan menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, mudah-mudahan kita termasuk golongan
orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ramadhan bukan sekadar bulan puasa. Ramadhan adalah
Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Baqarah:
185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ
الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Artinya :” Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya
diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan Ramadhan terletak
pada turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas kebenaran, dan
pembeda antara yang hak dan batil.
Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad
ﷺ melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Sejak saat itu,
Al-Qur’an menjadi cahaya bagi umat manusia hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hubungan antara Ramadhan dan Al-Qur’an sangatlah erat.
Setiap Ramadhan, Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah ﷺ untuk mudarasah (mengulang)
hafalan Al-Qur’an. Bahkan pada tahun wafatnya, beliau mengulangnya dua kali,
Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي
يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia
akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR.
Muslim ibn al-Hajjaj)
Karena itu para sahabat dan ulama terdahulu sangat
memuliakan Ramadhan dengan memperbanyak tilawah. Imam Malik rahimahullah ketika
datang Ramadhan meninggalkan majelis hadis dan fokus membaca Al-Qur’an. Mengapa
demikian? Jawabannya adalah Karena Ramadhan adalah momentum terbaik untuk
kembali kepada Al-Qur’an. Kemudian bagaimana tahapan kita dalam mensikapi
Al-Qur’an ini ?
Pertama Membacanya dengan tartil. Allah SWT
berfirman dalamm Al-Qur’an Surat Al-Muzammil ayat 4 :
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya : “ Dan bacalah Al-Qur’an dengan Tartil “
Maksud
Tartil disini adalah berarti membaca Al-Qur’an dengan Perlahan-lahan, jelas
setiap hurufnya, memperhatikan Makhroj danTajwidnya serta penuh dengan
penghayatan.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Kedua Memahami maknanya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Muhammad
ayat 24
أَفَلَا
يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Artinya
: “Maka tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”
Maksud ayat ini adalah bahwa Allah SWT menegur orang yang membaca Al-Qur’an
namun tidak berusaha memahami kandungannya.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Ketiga Mengamalkan isinya.
Allah SWT berfirman didalamAl-Qur’an Surat Al-Isaa’
ayat 9 :
إِنَّ
هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Artinya
: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling
lurus.”
Maksud dari ayat ini adalah Petunjuk itu akan terasa manfaatnya jika diamalkan
dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat adalah Mengajarkannya kepada keluarga dan
orang lain.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda :
خَيْرُكُمْ
مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya
: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR.Bukhari)
Makna dari hadits diatas adalah bahwa Derajat terbaik di sisi Rasulullah ﷺ adalah mereka yang
tidak hanya belajar, tetapi juga mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Jangan sampai Ramadhan berlalu, tetapi Al-Qur’an tetap
asing di rumah kita. Jangan sampai mushaf hanya tersimpan rapi tanpa pernah
dibaca.
Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita lebih dekat
dengan Al-Qur’an daripada sebelumnya.
بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا
أَمَرَ. أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ
اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى
الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
%20(1).png)

إرسال تعليق