Teks Khutbah Jumat Singkat
Kemenangan Hakiki
Ustadz Mudiyono, S.Pd.I
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ
الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ
إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ وَلآَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ
اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kita bersama-sama meningkatkan
ketakwaan kepada Allah SWT, dengan taqwa yang sesungguhnya.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan satu perkara
penting dalam kehidupan kita, yaitu kemenangan dalam Islam.
Jamaah yang dimuliakan Allah
Kita semua tentu ingin menang, Petani ingin berhasil panen, Pedagang
ingin dagangannya laris, Orang tua ingin anak-anaknya menjadi orang saleh, Anak
muda ingin mendapatkan pekerjaan dan masa depan yang baik, Kita ingin keluarga hidup tenteram, Kita ingin kampung kita aman dan rukun, itu
semua adalah keinginan yang baik.
Tetapi sebagai seorang Muslim, kita harus memahami bahwa kemenangan yang
paling besar bukanlah banyaknya harta, tingginya jabatan, luasnya tanah, atau
terkenalnya nama kita.
Kemenangan yang sebenarnya adalah ketika kita mendapatkan ridha Allah
dan diselamatkan dari api neraka. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ وَيَخْشَ اللّٰهَ
وَيَتَّقْهِ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْفَائِزُوْنَ
Artinya : “Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, takut kepada
Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang memperoleh
kemenangan.” (QS. An-Nur: 52)
Jamaah rahimakumullah,
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa orang yang benar-benar menang
adalah orang yang taat kepada Allah SWT.
Boleh jadi seseorang tidak kaya, tetapi dia rajin salat, itulah
kemenangan.
Boleh jadi rumahnya sederhana, tetapi di dalamnya ada Al-Qur'an, ada
doa, ada kasih sayang dan ada ketenangan, itulah kemenangan.
Boleh jadi pekerjaannya sederhana, tetapi penghasilannya halal dan
keluarganya diberi makan dari rezeki yang bersih, itulah kemenangan.
Sebaliknya, seseorang bisa memiliki rumah yang besar, kendaraan yang
bagus, sawah yang luas, uang yang banyak, tetapi jika hidupnya jauh dari Allah
SWT, hatinya selalu gelisah, salatnya ditinggalkan, hartanya diperoleh dengan
cara haram, maka jangan sampai kita menganggap bahwa itulah kemenangan. Allah
SWT mengingatkan :
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Artinya : “Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam
surga, sungguh, dia telah memperoleh kemenangan. Dan kehidupan dunia hanyalah
kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Allah Ta’la tidak mengatakan bahwa orang yang memiliki rumah paling
besar adalah orang yang menang, Allah
SWT tidak mengatakan bahwa orang yang memiliki uang paling banyak adalah orang
yang menang, tetapi Allah SWT mengatkan فَقَدْ فَازَ — sungguh, dia telah memperoleh kemenangan, yaitu orang yang
diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Maka jangan sampai kita salah memahami arti kemenangan, Kemenangan
Dimulai dari Salat.
Jamaah rahimakumullah
Kalau kita ingin menang, mari kita mulai dari memperbaiki salat.
Jangan sampai kita sibuk mencari rezeki tetapi meninggalkan salat.
Jangan sampai kita mengejar dunia dari pagi sampai sore, tetapi lupa
bahwa kita akan kembali kepada Allah SWT.
Ketika adzan berkumandang, tinggalkan sebentar pekerjaan kita, Sawah
bisa kita tinggalkan sebentar, toko bisa kita tutup sebentar, pekerjaan bisa
kita berhentikan sebentar.
Karena rezeki kita bukan berasal dari pekerjaan kita semata, tetapi
Rezeki kita datang dari Allah SWT. Sebagaimana Firman-Nya :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Artinya : “Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah
dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi
rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS.
Thaha: 132)
Maka jangan takut kehilangan rezeki karena salat.
Justru mari kita takut kehilangan keberkahan rezeki karena meninggalkan
salat.
Jamaah yang dimuliakan Allah
Dalam kehidupan ini tidak semua berjalan dengan mudah.
Ada orang yang sudah bekerja keras tetapi hasilnya belum sesuai harapan.
Ada petani yang sudah menanam dengan baik, tetapi hujan tidak turun.
Ada orang yang sudah berdagang dengan jujur, tetapi dagangannya belum
ramai.
Ada keluarga yang diuji dengan sakit, kesulitan ekonomi, atau masalah
rumah tangga.
Jangan merasa bahwa Allah SWT tidak sayang kepada kita.
Bisa jadi Allah SWT sedang menguji kesabaran kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ
خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ
فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.
Artinya : “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya
seluruh urusannya adalah baik baginya. Hal itu tidak dimiliki kecuali oleh
seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya.
Jika mendapat kesusahan, ia bersabar, maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)
Inilah kemenangan seorang mukmin.
Karena dia yakin bahwa Allah Ta’la selalu mempunyai hikmah dalam setiap
keadaan.
Jangan mengejar dunia dengan mengorbankan akhirat, Allah SWT berfirman
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ
وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya : “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
(QS. Al-Qashash: 77)
Maka jadilah orang yang bekerja untuk dunia, tetapi hatinya tetap untuk
akhirat.
Carilah rezeki sebanyak-banyaknya, tetapi dengan cara yang halal.
Bangun rumah sebaik-baiknya, tetapi jangan lupa membangun rumah tangga
dengan iman.
Didik anak setinggi-tingginya, tetapi jangan lupa ajarkan mereka salat
dan Al-Qur'an.
Karena anak yang saleh bukan hanya kebanggaan orang tua di dunia, tetapi
menjadi bekal ketika orang tua sudah berada di alam kubur.
Jamaah yang dirahmati Allah
Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:
Apakah selama ini kita benar-benar sedang mengejar kemenangan?
Kalau selama ini kita terlalu sibuk mengejar dunia, mari kita sisihkan
waktu untuk akhirat.
Kemenangan hidup bukan ditentukan oleh seberapa lama kita hidup, tetapi
oleh bagaimana kita mengisi kehidupan.
Jangan takut menjadi orang sederhana selama kita taat kepada Allah SWT.
Jangan malu memiliki pekerjaan sederhana selama rezekinya halal.
Jangan merasa rendah karena rumah kita sederhana selama di dalamnya ada
iman.
Jangan merasa gagal ketika dunia belum memberikan apa yang kita
inginkan.
Selama kita masih bisa bersujud kepada Allah, masih bisa berdoa, masih
bisa bertaubat, maka pintu kemenangan masih terbuka lebar.
Kemenangan seorang Muslim bukan hanya ketika dirinya berhasil, tetapi
ketika dirinya dan keluarganya selamat dari api neraka dan mendapatkan rahmat
Allah SWT.
Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang
benar-benar memperoleh kemenangan.
بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي
وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ
وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ,
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ
حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :


Posting Komentar