Teks Khutbah Jumat Singkat
Sikap Seorang Muslim Terhadap Berita
Ustadz Mudiyono, S.Pd.I
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ
لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .اللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَلآَهُ.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُوْنَ وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ
آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT atas pemberian nikmat-Nya kepada kita, sholawat
serta salam semoga senantiasa
terlimpahkan kepada Uswah kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Jamaah Jumat
yang dirahmati Allah
Akhir-akhir
ini kita sering mendengar berbagai informasi tentang kemungkinan terjadinya
bencana. Ada ahli yang melakukan penelitian tentang cuaca, hujan, kekeringan,
gempa, gunung, banjir, atau berbagai keadaan alam lainnya. Kadang informasi itu
membuat kita menjadi waspada. Namun kadang juga membuat sebagian orang menjadi
takut berlebihan, panik, bahkan menyebarkan berita yang belum tentu benar.
Lalu bagaimana seorang muslim menyikapi prediksi tersebut
?
Islam mengajarkan kepada kita dua sikap yang harus
berjalan bersama: menghormati ilmu dan ikhtiar manusia, tetapi tetap meyakini
bahwa ilmu Allah SWT jauh lebih sempurna dan hanya Allah SWT yang mengetahui
perkara gaib secara mutlak. Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ
ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا
تَدْرِى نَفْسٌۭ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًۭا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍۢ
تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
Artinya: “Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu
tentang hari Kiamat; Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada
dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang
akan dikerjakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi
mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.
Luqman: 34)
Dari ayat ini kita memahami bahwa manusia memiliki
keterbatasan, manusia boleh meneliti. manusia boleh menghitung, manusia boleh
membaca tanda-tanda alam, manusia boleh membuat perkiraan berdasarkan ilmu dan pengalaman,
tetapi manusia tidak boleh menyamakan perkiraannya dengan kepastian ilmu Allah
SWT.
Karena itu, ketika para ahli mengatakan, “Ada
kemungkinan terjadi hujan lebat,” atau “Ada potensi banjir,” atau “Ada
kemungkinan terjadi gempa,” maka kita tidak perlu mencemooh ilmu mereka,
informasi tersebut dapat menjadi peringatan agar kita lebih siap dan
berhati-hati.
Namun, kita juga tidak boleh mengatakan, “Pasti pada
hari dan jam tertentu akan terjadi bencana,” seakan-akan manusia mengetahui
perkara gaib dengan pasti. Rasulullah SAW bersabda:
مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا
يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ، لَا يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ إِلَّا
اللَّهُ، وَلَا يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا يَعْلَمُ مَتَى
يَأْتِي الْمَطَرُ أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ
تَمُوتُ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا اللَّهُ.
Artinya: “Kunci-kunci perkara gaib itu ada lima,
tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah: tidak ada yang mengetahui apa yang tersembunyi
dalam rahim kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi
besok kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui kapan hujan datang kecuali
Allah, tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan meninggal
kecuali Allah, dan tidak ada yang mengetahui kapan hari Kiamat terjadi kecuali
Allah.” (HR. Bukhari)
Jamaah Jumat
yang dimuliakan Allah
Dari sini
kita belajar sikap, yaitu
Pertama, Jangan Menjadikan prediksi
sebagai sesuatu yang pasti
Perkiraan manusia tetaplah perkiraan manusia. Ilmu
manusia terbatas, bisa saja perhitungannya tepat, bisa juga meleset, maka
jangan sampai hati kita lebih percaya kepada prediksi manusia daripada kepada
kekuasaan Allah SWT. Islam mengajarkan kepada kita agar tetap tenang, beriman,
dan bertawakal.
Kedua, Prediksi yang berdasarkan
Ilmu dapat menjadi bahan untuk berikhtiar
Kalau kita mendengar ada kemungkinan hujan lebat, kita
dapat membersihkan saluran air, kalau rumah berada di daerah rawan, kita dapat
menyiapkan langkah keselamatan, kalau ada peringatan dari pihak yang berwenang,
kita perlu memperhatikannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memahami bahwa usaha
dan tawakal harus berjalan bersama. Orang sakit berobat, tetapi kesembuhan
datang dari Allah SWT, Petani mengolah tanah dan menanam benih, tetapi
tumbuhnya tanaman atas izin Allah SWT,
kita menyiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana, tetapi keselamatan
tetap berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Ketiga, jangan panik, namun jadikan
peringatan sebagai sarana untuk mendekat kepada Allah Ta’la
Allah
SWT berfirman:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا
بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ
بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: “Tidak
ada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Barang
siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun: 11)
Jamaah yang
dirahmati Allah
Ayat ini
bukan mengajarkan kita untuk pasrah tanpa usaha, ayat ini mengajarkan bahwa
setelah kita berusaha, hati kita tetap bersandar kepada Allah SWT.
Kalau memang suatu musibah datang, jangan sampai kita
kehilangan iman, jangan sampai mulut kita hanya dipenuhi keluhan, jangan sampai
kita marah kepada Allah SWT.
Justru pada saat seperti itulah kita memperbanyak
istighfar, memperbaiki salat, memperbanyak doa, meningkatkan sedekah, dan
saling membantu sesama.
Ketika alam
tenang, jangan merasa kita pasti aman, ketika muncul kabar tentang kemungkinan
bencana, jangan pula putus asa dan tenggelam dalam ketakutan, seorang mukmin
berada di antara ikhtiar, kewaspadaan, doa, dan tawakal. Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
Artinya: “Setiap yang bernyawa
akan merasakan kematian.”
Maka,
sebelum datang musibah yang tidak kita sangka, sebelum datang kematian yang
tidak kita ketahui waktunya, marilah kita memperbaiki diri.
Jamaah Jumat
yang dirahmati Allah
Kesimpulannyanya
adalah Pertama, jangan menganggap prediksi manusia sebagai pengetahuan
gaib yang pasti, Kedua, ambil manfaat dari ilmu dan peringatan yang ada
untuk meningkatkan kewaspadaan dan ikhtiar, Ketiga, jangan panik dan
jangan menyebarkan berita yang belum jelas, Keempat, tetaplah yakin
bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin dan ketentuan Allah, Kelima,
perbanyak doa, taubat, istighfar, dan amal saleh.
Semoga Allah
SWT menjaga negeri kita, desa kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin
dari segala bencana dan marabahaya.
بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي
وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا
كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ
وَلآَهُ أَمَّا بَعْدُ,
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ،
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ
حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :
.png)

Posting Komentar