Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H
Ramadhan, Dari Pembiasaan
Menuju Karakter Taqwa
Drs. H. Sadmonodadi, MA
اَلْحَمْدُ
لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ وَحَرَّمَ
عَلَيْهِمْ فِيْهِ الصِّياَمَ، وَنَزَّلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّناَتٍ
مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ
إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ.
اَشْهَدُاَنْ
لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ هَدَى مَنْ شَاءَ اِلَى الصِّـرَاطِ الْمُسْـتَقِيْمِ,
وَاَشْـهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ خَيْرُدَاعٍ اِلَى الطَّـرِيْقِ
الْقَوِيْمِ.
اَللّهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ : يَااَيُّهَـاالنَّاسُ ! اُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.
قَالَ تَعَالَى:
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً
وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa
ilaaha illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.
Jamaah Ied rahimakumullah,
Alhamdulillah, Allah telah memberikan kepada kita
kesempatan untuk menyelesaikan ibadah Ramadan selama sebulan penuh. Allah telah
memudahkan kita menjalankan puasa pada siang hari dan menegakkan qiyamul lail
pada malam harinya. Allah juga telah membimbing kita untuk membaca Al-Qur’an,
menunaikan infak dan sedekah, serta berbagai amal saleh lainnya.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Kita
baru saja keluar dari madrasah agung bernama Ramadhan. Bulan yang penuh dengan
janji pahala, limpahan ampunan, dan keberkahan.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa
Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.”
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa menegakkan salat malam
di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari-Muslim)
Semua
ini menunjukkan betapa besar pahala di bulan Ramadhan.
Namun,
wahai kaum muslimin,
Kita
perlu meluruskan niat dan cara pandang kita.
Ramadhan
memang penuh pahala,
tetapi tujuan Ramadhan bukan sekadar mengumpulkan pahala.
Jika Ramadhan hanya dipahami sebagai “musim pahala”,
maka yang sering terjadi adalah: Saat Ramadhan: ibadah luar biasa,
Setelah Ramadhan: kembali seperti biasa.
Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabiira.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Padahal
Allah tidak memerintahkan beribadah ramadhan hanya untuk meraih
pahala yang banyak.
Allah menjelaskan tujuan puasa dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar
kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Perhatikan ayat ini dengan baik. Allah tidak
mengatakan:
لَعَلَّكُمْ تَنَالُونَ
أُجُورًا كَثِيرَةً
agar
kalian mendapatkan pahala yang banyak
Tetapi
Allah mengatakan:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Agar
kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.”
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Di
sinilah letak hakikat Ramadhan:
ü Ramadhan
adalah proses pembiasaan diri
ü Pembiasaan
itu melahirkan kebiasaan.
ü Kebiasaan
yang terus dijaga akan menjadi karakter.
ü Dan
karakter itulah yang disebut takwa.
Selama
Ramadhan kita dilatih:
- Bangun
malam → agar terbiasa dekat
dengan Allah
- Membaca
Al-Qur’an → agar hidup bersama
Al-Qur’an
- Bersedekah
→ agar menjadi pribadi
dermawan
- Menahan
amarah dan sifat buruk lain → agar berakhlak mulia
- Menjauhi
dosa → agar hati bersih
Semua
ini bukan sekadar ibadah sesaat, tetapi latihan untuk membentuk diri kita.
Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabiira.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Maka pertanyaan terpenting di hari Idul Fitri ini
bukan: “Berapa banyak pahala yang kita dapat?”
Tetapi:
- Apakah
kita sekarang lebih sabar?
- Apakah
kita sekarang lebih jujur?
- Apakah
kita sekarang lebih ringan bersedekah?
- Apakah
kita sekarang lebih dekat dengan Allah?
Jika
jawabannya iya,àmaka Ramadhan kita berhasil.
Namun jika tidak ada perubahan, à maka kita hanya mendapatkan
lapar dan dahaga.
Rasulullah
ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ
فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa tidak meninggalkan
perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia
meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Hadits
ini menegaskan: Puasa bukan sekadar menahan diri, tetapi membentuk diri.
Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabiira.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Hari
ini adalah hari pembuktian.
Apakah
pembiasaan selama Ramadhan akan:
- Berlanjut
→ menjadi karakter
- Atau
berhenti → menjadi kenangan
Orang
yang benar-benar menang di hari ini adalah:
ü Yang
melanjutkan kebiasaan baiknya
ü Yang
menjaga kualitas ibadahnya
ü Yang
istiqamah setelah Ramadhan
Karena
takwa bukan amalan musiman, tetapi karakter kehidupan.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Mari
kita jadikan Idul Fitri ini sebagai titik awal menjaga hasil Ramadhan.
Ingatlah:
ü Pahala
itu penting, tetapi itu bukan tujuan utama
ü Tujuan
utama adalah berubah menjadi pribadi bertakwa
Dan
ciri orang bertakwa adalah:
- Konsisten
dalam kebaikan
- Takut
kepada Allah di setiap keadaan
- Baik
kepada sesama manusia
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya
yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
Maka
kemuliaan kita hari ini tidak diukur dari pakaian baru, tetapi dari hati
yang baru.
Tidak
diukur dari kemeriahan hari raya, tetapi dari perubahan diri setelah
Ramadhan.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Jika
Ramadhan telah membiasakan kita dalam kebaikan, maka jagalah kebiasaan itu.
Karena
ketika kebiasaan itu terjaga, ia akan menjadi karakter.
Dan
ketika karakter itu terbentuk, itulah yang disebut : TAKWA.
Menutup
khutbah ini mari kita berdoa :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، حَمْدَ النَّاعِمِينَ،
حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
Ya Allah ya Rahman ya rahim segala puja dan puji
hanyalah milikmu tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Pemberi karunia, Pencipta
langit dan bumi .... Wahai Pemilik segala keagungan dan kemuliaan, wahai Tuhan
Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri,
Ya Allah ya Rahman, kami bersyukur atas segala
nikmat dan karunia yang senantiasa Engkau limpahkan kepada kami. Nikmat yang
tiada pernah putus, mengalir pada setiap
helaan nafas kami, pada setiap denyut
urat nadi kami, pada setiap jengkal demi jengkal langkah kami. Dan pada
hari ini Engkau telah memberi kesempatan kepada kami untuk mengagungkan
nama-Mu, bersujud kepada-Mu dan bersyukur kepada-Mu
Ya Allah, sungguh aku memohon
kepada-Mu dengan segala puji bagi-Mu, dengan penuh harap kami mengetuk-ngetuk pintu karunia dan
rahmat-Mu, menadahkan tangan kecil ini, memohon belas kasih sayangmu. Ya Allah,
dg segala kemalasan kami berbakti kepada-Mu, dengan dosa-dosa dan maksiat
yang membebani punggung kami, rasanya
tidak pantas kami memohon kepada-Mu, tetapi kepada siapa lagi kami menyampaikan
pinta selain kepada-Mu.
Rabbanaa, ampunilah dosa kami. Sayangi ibu dan bapak kami, siramilah
keduanya dengan kasih sayang-Mu. Ya Rahman, ampunilah dosa ayah-ibu kami yang
telah mendahului kami dan tempatkanlah mereka ditempat yang mulia.
Ya Allah, janganlah Engkau biarkan
di tempat kami ini ada satu dosapun kecuali Engkau maafkan, tidak ada
seorangpun yang sakit kecuali Engkau sembuhkan, tidak ada kesedihan kecuali
Engkau hilangkan, tidak ada hutang kecuali Engkau lunaskan, dan tidak ada
satupun kebutuhan dunia yang baik bagi kami dan Engkau ridoi kecuali Engkau
menolong kami untuk meraihnya dan Engkau mudahkannya bagi kami.
Ya Allah ya Rahman ya Rahim,
ampunilah dosa dan kekurangan pemimpin-pemimpin kami, bimbinglah mereka di
jalan cahaya, jadikan para pemimpin kami orang-orang yang senantiasa istiqamah
di dalam kebaikan sehingga mampu menghantarkan kami semua pada kebaikan,
kesejahteraan dan kemajuan.
Ya
Allah Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau
Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya
Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
%20(1).png)

إرسال تعليق