Teks Khutbah Idul Adha 1447 H

Hikmah Idul Adha :

Belajar Ikhlas, Taat, dan Berbagi

Ustadz Mudiyono, S.Pd.I

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ اَمَّا بَعْدُ, قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd

Jamaah Sholat Idul Adha Rahimakumullah

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk berkumpul di hari yang mulia ini, hari raya Idul Adha, hari yang penuh pengorbanan dan keberkahan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad teladan umat sepanjang zaman, serta kepada keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.

Di pagi hari yang penuh barokah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Baru saja kita laksanakan ruku’ dan sujud sebagai wujud perasaan taqwa kita kepada Allah . Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah , Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah .

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada hari yang mulia ini, hari Idul Adha 1447 H, hari raya kurban, kita diingatkan tentang sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat manusia, yaitu kisah pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan putranya Nabi Ismail ‘alaihissalam.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya : “Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Jamaah yang dimuliakan Allah

Dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah yang sangat besar, yaitu:

Pertama  Hikmah Ketaatan kepada Allah

Nabi Ibrahim AS tidak ragu menjalankan perintah Allah , walaupun sangat berat. Begitu pula Nabi Ismail AS, dengan penuh keikhlasan menerima perintah tersebut tanpa ragu-ragu.

Ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin harus taat kepada Allah , walaupun terasa berat.

Kedua  Hikmah Keikhlasan

Ibadah kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi tentang keikhlasan hati.

Allah berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

Artinya : “Daging dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Ketiga Hikmah Berkorban

Idul Adha mengajarkan kita untuk mau berkorban berupa harta, tenaga dan waktu,

demi kebaikan dan demi mendekatkan diri kepada Allah

Keempat  Hikmah Berbagi kepada Sesama

Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin. Ini mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama.

Rasulullah bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Artinya : “Barangsiapa yang memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah, hasan)

Jamaah yang berbahagia,

Mari kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, lebih ikhlash, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah

الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di hari yang mulia ini, marilah kita mengambil pelajaran penting dari Idul Adha:

Pertama  Belajar Ikhlas dalam Hidup

Segala amal kita harus diniatkan karena Allah , bukan karena ingin dipuji manusia.

Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya : “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua  Menumbuhkan Rasa Syukur

Kita masih bisa beribadah, masih diberi rezeki untuk berkurban, itu adalah nikmat yang besar.

Allah berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ketiga Mempererat Persaudaraan

Idul Adha adalah momen kebersamaan  yaitu : saling memberi, saling membantu, saling mendoakan.

Jamaah Rahimakumullah

Semoga Allah menerima amal ibadah dan qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan kita hamba-Nya yang taat dan bertakwa.

Semoga kita bisa mengambil Hikmah dan mengambil pesan besar dari peristiwa Idul Adha ini yaitu belajar Ikhlas, taat, dan berbagi, sehingga bisa menjadi orang yang bertaqwa dan semoga saudara-saudara Muslim kita yang sedang melaksanakan Ibadah Haji diberikan Kesehatan, kelancaran, keselamatan dan menjadi Haji yang Mabrur, dan yang melaksanakan Ibadah qurban diterima, mendapat pahala berlipat dari Allah , aamiin.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الاَحْيِاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فيَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَا وَالْمُسلِمِين

وَجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ

اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Untuk membaca atau mencetak file khutbah Idul Adha   singkat berbahasa Jawa ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :

 

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama