Teks Khutbah Jumat Singkat

Menatap Penuh Harap

Di Tahun Baru

Ustadz H. Sadmonodadi, MA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

الحمدُ للهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى، وَوَعَدَ الْمُتَّقِينَ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. قَالَ اللهُ : يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masih dipertemukan dengan hari ini dan memasuki lembaran tahun yang baru. Pergantian tahun bukan sekadar pergantian waktu, tetapi kesempatan untuk menata ulang harapan, memperkuat iman, dan membangun optimisme dalam menjalani kehidupan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, dalam kehidupan ini tidak sedikit di antara kita yang menghadapi berbagai kondisi sulit, seperti ekonomi yang pas-pasan, usaha yang belum berkembang, atau persoalan hidup yang terasa belum menemukan jalan keluar. Situasi seperti ini sering kali membuat hati gelisah dan mudah putus asa, seakan-akan masa depan tertutup oleh kesulitan yang berkepanjangan.

Namun Islam mengajarkan bahwa keadaan yang terbatas bukanlah alasan untuk berhenti berharap. Justru dalam kondisi sempit itulah orang beriman dituntut untuk memperkuat harapan dan tawakal kepada Allah SWT. Keyakinan kepada pertolongan Allah akan menumbuhkan optimisme, menenangkan hati, dan mendorong kita untuk terus berusaha dengan sabar serta penuh kepercayaan kepada janji-Nya.

Allah SWT menegaskan bahwa harapan dan optimisme adalah bagian dari iman, karena di balik setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Allah berfirman :

 فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا .

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah ayat 5-6)

Ayat ini menguatkan hati orang beriman agar tidak berputus asa, karena kesempitan hidup bukan akhir segalanyaOrang beriman akan terus melangkah, berusaha, dan berharap, meskipun kondisi hidup terasa sulit.

Rasulullah bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barangsiapa di antara kalian yang pada pagi harinya merasa aman di tempat tinggalnya, sehat tubuhnya, dan memiliki makanan yang cukup untuk hari itu, maka seolah-olah dunia dan segala isinya telah diberikan kepadanya.” (HR, TIrmidzi)

Hadits ini mengajarkan kepada kita untuk melihat nikmat yang sering terlupakan. Keamanan, kesehatan, dan kecukupan untuk satu hari saja sudah merupakan kekayaan besar di sisi Allah. Tiga kondisi itu sudah cukup untuk sarana beribadah dan mengais rejeki untuk melanjutkan hidup. Optimisme lahir bukan dari berlimpahnya harta, tetapi dari pandangan iman terhadap nikmat Allah.

Oleh karena itu, membuka tahun baru hendaknya kita awali dengan rasa syukur dan harapan, bukan dengan keluh kesah dan keputusasaan. Selama kita masih diberi iman, kesehatan, dan kesempatan beramal, maka pintu pertolongan Allah selalu terbuka.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Menatap tahun baru dengan penuh harap berarti meyakini bahwa rahmat Allah lebih besar daripada kesulitan hidup. Orang beriman tidak menyerah pada keadaan, karena ia percaya bahwa Allah Maha Memberi jalan keluar bagi siapa pun yang bertakwa dan bertawakal kepada-Nya.

Mari kita songsong tahun ini dengan:

  • Memperkuat iman dan ibadah
  • Menjaga rasa syukur dalam kondisi apa pun
  • Terus berusaha dengan jujur dan halal
  • Memelihara harapan kepada Allah meski keadaan terasa pas-pasan

Semoga Allah SWT menjadikan tahun ini sebagai tahun yang penuh keberkahan, ketenangan, dan kemajuan dalam iman serta kehidupan kita.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْـهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  وَاَشْـهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَاتَمِ اْلأَ نْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.  

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَامَنَا هٰذَا عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ، وَافْتَحْ لَنَا فِيْهِ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَفَضْلِكَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 Untuk membaca atau mencetak file khutbah jumat   singkat berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama